AKU DAN MERAH

Kubilang rembulan itu kuning keorenan
Kau bilang Merah.
Kubilang mentari itu oren kekuningan
Kau bilang Merah.
Kubilang malam itu hitam
Kau bilang Merah.
Kubilang pagi itu segar
Kau bilang Merah.
Kubilang kapas putih, daun hijau, tanah coklat, langit biru, abu abu-abu
Kau bilang semua Merah.

Kubilang cinta itu indah
Kau bilang Merah
Kubilang benci itu sakit
Kau bilang Merah.
Kubilang hidup, kebenaran, kebahagian, ketakutan adalah fana
Kau bilang Merah, Merah, Merah, Merah dan Merah.

Kubilang aku adalah aku
Kau bilang Merah.
Kubilang aku tak akan bilang apa-apa
Kau bilang Merah.
Kau bilang aku akan diam
Kau bilang Merah.
Maka kubilang merah adalah merah.
Kau bilang Merah.
Kubilang merah bukan MERAH
Kau bilang Merah.
Akhirnya aku bilang, baiklah merah, kau adalah merah, kau adalah aku
Aku adalah merah.
Tiba-tiba berbintang warna menghujam jantung dan otakku
hingga keduanya mencair menjadi merah jambu
yang terus mengalir tanpa henti……

Jakarta, 19, 03, 2010

Dicky Noviyanto, alumni 55 jurusan A4 (budaya) ’93 dan sekarang sebagai pengajar di SMAN 55 Jakarta.

Sumber gambar : http://4.bp.blogspot.com/_1VvwGijN1rA/RpkILtyGH4I/AAAAAAAAABQ/1gs4xnSModE/s1600/redhat.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.